PONKESDES PULE




PONKESDES PULE

Bidan
Ika Rakhmawati, Amd.Keb

Adalah sarana pelayanan kesehatan yang berada di desa atau kelurahan yang merupakan pengembangan dari Pondok Bersalin Desa (Polindes) sebagai jaringan Puskesmas dengan tenaga minimal perawat dan bidan dalam rangka mendekatkan akses dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Tujuan Ponkesdes :
Tujuan  Ponkesdes adalah meningkatkan akses pelayanan kesehatan serta menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di desa/kelurahan agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya.
Ponkesdes Pule di kelola oleh 1 orang bidan desa dan 1 orang perawat desa, ponkesdes pule terletak di Dusun jimus Desa Pule Kecamatan Modo. Letak Ponkesdes berada di tengah – tengah desa bersebelahan dengan Masjid. Tugas dan fungsi Ponkesdes sama dengan tugas pokok polindes desa.

Perawat Ponkesdes
Ferdinand Mahawira. Amd. Kep
Tugas pokok dan fungsi Perawat di PONKESDES merupakan pembagian tugas puskesmas pada 6 upaya pelayanan wajib dan pengembangan yang dilaksanakan pada bayi pasca neonatal dengan anak usia pra sekolah diwilayah kerjanya dengan memperhatikankewenangan Perawat :

Melaksanakan Program Kesehatan Lingkungan
  1.  Melaksanakan Program Kesehatan Gizi Masyarakat (pada sasaran bayi post neonatal sampai dengan anak pra sekolah)
  2. Melaksanakan Program Pencegahan Dan Pemberantasan Penyakit Menular
  3. Melaksanakan Promosi Kesehatan yang terkait dengan Kesehatan Lingkungan, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
  4. Melaksanakan Pengobatan Sederhana atas perintah dokter Puskesmas secara tertulis utamanya MTBS sesuai kompetensi dan standar yang berlaku sesuai masyarakat diluar kewenangan Bidan
  5. Melaksanakan Upaya Kesehatan Pengembangan sesuai tugas yang diberikan Kepala Puskesmas
  6. Melaksanakan Koordinasi dan Kerjasama dengan Bidan PONKESDES, Lintas Sektor, Lintas Program Pembinaan dan Pengembangan UKBM
  7. Melakukan kemitraan dengan Organisasi Kemasyarakatan, LSM, Dukun, TOMA dan TOGA-KESGA



PUSTU JEGREG

Pustu Jegreg
PUSTU JEGREG

Bidan Pustu Jegreg
Tri Yuliarti K. D, Amd.. Keb
Puskesmas Pembantu (Pustu) adalah unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu memperluas jangkauan Puskesmas dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil serta jenis dan kompetensi pelayanan yang disesuaikan dengan kemampuan tenaga dan sarana yang tersedia. Jumlah Puskesmas Pembantu (pustu) Menurut Kondisi adalah informasi mengenai jumlah Puskesmas Pembantu (pustu)  yang dimiliki oleh Puskesmas yang bersangkutan yang dirinci menurut kondisi fisik bangunannya.

Untuk melancarkan pelaksanaan fungsi pelayanan kesehatan masyarakat, puskesmas pembantu merupakan bagian utama dalam jaringan pelayanan puskesmas, dalam jaringan pelayanan Puskesmas di setiap wilayah Desa dan kelurahan pustu merupakan bagian integral dari puskesmas, dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil dan derajat kecanggihan yang lebih rendah. Di Kabupaten masalah keterbatasan penduduk miskin untuk menjangkau pelayanan kesehataan juga sangat terasa. Dengan berbagai hambatan, letak geografis dan sarana transportasi seharusnya pustu menjadi pilihan masyarakat untuk dimanfaatkan karena merupakan satu-satunya pelayanan kesehatan yang bisa di jangkau oleh masyarakat.
Tugas dan fungsi Puskesmas Pembantu ( PUSTU ) :
1.      Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
2.      Pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat
3.      Pusat pelayanan kesehatan strata pertama
a.       Pelayanan kesehatan perorangan
b.      Pelayanan kesehatan masyarakat

Pustu Jegreg berada di Desa Jegreg Dusun Jegreg tepat bersebelahan dengan balai desa, pustu sumberagung di kelola oleh seorang Bidan Desa. 


PUSTU SUMBERAGUNG

PUSTU SUMBERAGUNG

Bidan Pustu
Harnik Wijayati, SST
Puskesmas Pembantu (Pustu) adalah unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu memperluas jangkauan Puskesmas dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil serta jenis dan kompetensi pelayanan yang disesuaikan dengan kemampuan tenaga dan sarana yang tersedia. Jumlah Puskesmas Pembantu (pustu) Menurut Kondisi adalah informasi mengenai jumlah Puskesmas Pembantu (pustu)  yang dimiliki oleh Puskesmas yang bersangkutan yang dirinci menurut kondisi fisik bangunannya.

Untuk melancarkan pelaksanaan fungsi pelayanan kesehatan masyarakat, puskesmas pembantu merupakan bagian utama dalam jaringan pelayanan puskesmas, dalam jaringan pelayanan Puskesmas di setiap wilayah Desa dan kelurahan pustu merupakan bagian integral dari puskesmas, dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil dan derajat kecanggihan yang lebih rendah. Di Kabupaten masalah keterbatasan penduduk miskin untuk menjangkau pelayanan kesehataan juga sangat terasa. Dengan berbagai hambatan, letak geografis dan sarana transportasi seharusnya pustu menjadi pilihan masyarakat untuk dimanfaatkan karena merupakan satu-satunya pelayanan kesehatan yang bisa di jangkau oleh masyarakat.
Tugas dan fungsi Puskesmas Pembantu ( PUSTU ) :
1.      Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
2.      Pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat
3.      Pusat pelayanan kesehatan strata pertama
a.       Pelayanan kesehatan perorangan
b.      Pelayanan kesehatan masyarakat


Pustu Sumberagung berada di Desa Sumberagung Dusun Pulorejo tepat bersebelahan dengan balai desa, pustu sumberagung di kelola oleh seorang Bidan dan dibantu 1 orang staf dari tenaga administrasi.

RAWAT INAP





Rawat inap Puskesmas Modo. joxx

RAWAT INAP


Kegiatan rawat inap adalah proses perawatan pasien oleh tenaga kesehatan professional dalam jangka waktu tertentu secara intensif, adapun ruang rawat inap yang ada di puskesmas modo adalah sebagai berikut :
  • Ruang rawat inap VIP / Dahlia
  • Ruang rawat inap Melati
  • Ruang rawat inap Mawar 1
  • Ruang rawat inap Mawar 2
Fungsi Puskesmas Rawat Inap sebagai tempat rujukan pertama bagi kasus tertentu yang perlu dirujuk, mempunyai beberapa fungsi pokok, antara lain :
  1. Fungsi sesuai dengan tugasnya yaitu pelayanan,pembinaan dan pengembangan, dengan penekanan pada fungsi pada kegiatan yang bersifat preventif, promotif, dan fungsi rehabilitative
  2. Fungsi yang berorientasi pada kegiatan teknis terkait instalasi perawatan pasien sakit, instalasi oba, instalasi gizi, dan instalasi umum. Juga fungsi yang lebih berorientasi pada kegiatan yang bersifat kuratif.
Puskesmas modo sebagai puskesmas perawatan melayani kartu Jamkesmas, Askes dan yang paling terbaru sekarang adalah BPJS yang biayanya di tanggung oleh pemerintah.
Rawat inap (opname) adalah istilah yang berarti proses perawatan pasien oleh tenaga kesehatan profesional akibat penyakit tertentu, di mana pasien diinapkan di suatu ruangan di rumah sakit atau Puskesmas yang menyediakan perawatan.
Ruang rawat inap adalah ruang tempat pasien dirawat. Pasien yang berobat jalan di Unit Rawat Jalan, akan mendapatkan surat pengantar atau rujukan dari dokter yang merawatnya, bila pasien tersebut memerlukan perawatan di dalam rumah sakit atau Puskesmas.


POLINDES SAMBANGREJO


POLINDES SAMBANGREJO

Bidan Polindes
Ratna Merah E.C.M. Amd.Keb
Polindes adalah salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam menyediakan tempat pertolongan persalinan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk KB didesa.
Tujuan Polindes :
  1. Terwujudnya masyarakat sehat yang siaga terhadap permasalahan kesehatan diwilayah desanya
  2. Terselenggaranya promosi kesehatan dalam rangka menuingkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan
  3. Terselenggaranya  pengamatan, pencatatan dan pelaporan dalam rangka meningkatkan keawaspadaan dan kesigapan masyarakat terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama penyakit menular yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) serta faktor-faktor resikonya
  4. Tersedianya upaya pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya dibidang kesehatan
  5. Terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh masyarakat dan tenaga professional kesehatan
  6. Terkoordinasinya  penyelenggaraan UKBM lainnya yang ada didesa

Polindes Sambangrejo bertempat di Desa Sambangrejo, Dusun Graman, petugas yang mengelola di polindes tersebut adalah 1 orang Bidan Desa. Keberadaan Polindes di desa mempunyai fungsi dan manfaat yang banyak bagi masyarakat, kader, puskesmas maupun bagi kerjasama sector lainnya.
Polindes Sambangrejo mempunyai kegiatan yaitu promosi kesehatan, pengamatan dan kewaspadaan dini terhadap kedawat daruratan kesehatan dan kesiapsiagaan terhadap bencana serta pelayanan kesehatan dasar

Fungsi dari Polindes antara lain :
  1. Sebagai tempat pelayanan kesehatan Ibu dan anak ( termasuk KB )
  2. Sebagai tempat pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan
  3. Sebagai tempat untuk konsultasi, penyuluhan dan pendidikan kesehatan masyarakat, dukun bayi dan kader posyandu
Fungsi seorang bidan desa di wilayah kerjanya adalah sebagai berikut:
  1. Memberikan pelayanan kesehatan meliputi asuhan kehamilan, asuhan persalinan, asuhan bayi baru lahir, perawatan anak balita, pelayanan keluarga berencana (kontrasepsi),
  2. Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di rumah-rumah,
  3. Menggerakkan dan membina peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan, yang sesuai dengan permasalahan kesehatan setempat,
  4. Membina dan memberikan bimbingan teknis kepada kader serta dukun bayi,
  5. Membina kelompok dasa wisma di bidang kesehatan,
  6. Membina kerja sama lintas program, lintas sektoral dan lembaga swadaya masyarakat,
  7. Melakukan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada puskesmas kecuali dalam keadaan darurat hams dirujuk ke fasilitas kesehatan lainnya,
  8. Mendeteksi secara dini adanya efek samping dan komplikasi pemakaian kontrasepsi serta adanya penyakit-penyakit dan berusaha mengatasi sesuai dengan kemampuan (Depkes RI, 2002).


UNIT GAWAT DARURAT


UNIT GAWAT DARURAT
( U.G.D )

UGD Unit Gawat Darurat yaitu  Pelayanan cepat dan tepat dalam memberikan pelayanan kesehatan tentunya juga tidak terlepas dari sebuah unit yang menangani kegawatdaruratan.

UGD adalah salah satu bagian pelayanan di puskesmas modo yang menyediakan penanganan awal bagi pasien yang menderita sakit dan cedera, yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya. Di UGD dapat ditemukan dokter umum bersama sejumlah perawat yang handal.

Pertolongan pertama merupakan pertolongan secara cepat dan bersifat sementara waktu yang diberikan pada seorang yang menderita luka atau terserang penyakit mendadak. Tujuan yang penting dari pertolongan pertama adalah memberikan perawatan dan pelayanan kesehatan yang akan menguntungkan pada orang-orang tersebut sebagai persiapan terhadap penanganan lebih lanjut lagi nantinya bila memang diperlukan. Untuk itulah pentingnya mengenal kriteria pasien gawat darurat.


Di dunia keperawatan kita akan mengenal akan pelayanan keperawatan gawat darurat. Yang dimaksud dengan pengertian pelayanan keperawatan gawat darurat adalah adalah pelayanan profesional yang didasarkan pada ilmu dan metodologi keperawatan gawat darurat yang berbentuk pelayanan yang komprehensif ditujukan kepada pasien yang mempunyai masalah atau resiko yang disertai kondisi lingkungan yang tidak dapat dikendalikan. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu mencegah kematian atau kecacatan yang mungkin terjadi.
Kegiatan Merujuk Pasien




Anton Sedang Mempersiapkan perujukan pasien

POLINDES MEDALEM

POLINDES MEDALEM
POLINDES MEDALEM
BIDAN
EKO SRI WINARTI, Amd.Keb


Polindes adalah salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam menyediakan tempat pertolongan persalinan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk KB didesa.

Tujuan Polindes :
  1.  Terwujudnya masyarakat sehat yang siaga terhadap permasalahan kesehatan diwilayah desanya
  2. Terselenggaranya promosi kesehatan dalam rangka menuingkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan
  3. Terselenggaranya  pengamatan, pencatatan dan pelaporan dalam rangka meningkatkan keawaspadaan dan kesigapan masyarakat terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama penyakit menular yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) serta faktor-faktor resikonya
  4. Tersedianya upaya pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya dibidang kesehatan
  5. Terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh masyarakat dan tenaga professional kesehatan
  6. Terkoordinasinya  penyelenggaraan UKBM lainnya yang ada didesa

Polindes Medalem bertempat di Desa Medalem, Dusun Ngangkrok,tepat di dalam lingkungan balai desa. Petugas yang mengelola di polindes tersebut adalah 1 orang Bidan Desa. Keberadaan Polindes di desa mempunyai fungsi dan manfaat yang banyak bagi masyarakat, kader, puskesmas maupun bagi kerjasama sector lainnya.

Polindes Medalem mempunyai kegiatan yaitu promosi kesehatan, pengamatan dan kewaspadaan dini terhadap kedawat daruratan kesehatan dan kesiapsiagaan terhadap bencana serta pelayanan kesehatan dasar

Fungsi dari Polindes antara lain :
  1. Sebagai tempat pelayanan kesehatan Ibu dan anak ( termasuk KB )
  2. Sebagai tempat pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan
  3. Sebagai tempat untuk konsultasi, penyuluhan dan pendidikan kesehatan masyarakat, dukun bayi dan kader posyandu
Fungsi seorang bidan desa di wilayah kerjanya adalah sebagai berikut:
  1. Memberikan pelayanan kesehatan meliputi asuhan kehamilan, asuhan persalinan, asuhan bayi baru lahir, perawatan anak balita, pelayanan keluarga berencana (kontrasepsi),
  2. Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di rumah-rumah,
  3. Menggerakkan dan membina peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan, yang sesuai dengan permasalahan kesehatan setempat,
  4. Membina dan memberikan bimbingan teknis kepada kader serta dukun bayi,
  5. Membina kelompok dasa wisma di bidang kesehatan,
  6. Membina kerja sama lintas program, lintas sektoral dan lembaga swadaya masyarakat,
  7. Melakukan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada puskesmas kecuali dalam keadaan darurat hams dirujuk ke fasilitas kesehatan lainnya,
  8. Mendeteksi secara dini adanya efek samping dan komplikasi pemakaian kontrasepsi serta adanya penyakit-penyakit dan berusaha mengatasi sesuai dengan kemampuan (Depkes RI, 2002).

POLI KIA DAN KB

POLI KIA / KB

BIDAN KOORDINATOR KIA
ENDANG PERGIWATI, S.ST
Upaya kesehatan ibu dan anak adalah upaya di bidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta anak prasekolah.
Poli KIA adalah tempat mendapatkan pelayanan kesehatan terkait dengan ibu dan anak. Poli KIA adalah bentuk pelayanan Puskesmas dalam gedung yang pelayananannya sebatas pelayanan dasar
Poli KIA sering diintegrasikan dengan Poli KB, sehingga pelayanan yang ada dalam poli KIA nantinya akan ada dua jenis, yaitu pelayanan antenatal neonatus (antenatal neonatus care) dan pelayanan KB.

POLI KIA
POLI KIA / KB
·         ANC pada ibu hamil normal dan ibu hamil resiko tinggi
·         Penatalaksanaan ibu hamil resiko tinggi
·         ANC pada ibu hamil normal dan ibu hamil resiko tinggi
·         Penatalaksanaan ibu hamil resiko tinggi
·         Nifas
·         Melaksanakan perawatan nifas normal
·         Penanganan perdarahan post partum
·         Penanganan infeksi nifas
·         Pre-eklamsi / eklamsi nifas
·         Melakukan rujukan kasus resiko tinggi ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi secara tepat, cepat, benar.

·         Konseling pranikah
·         Konseling metode KB
·         IFA
·         Pelayanan KB kondom, pil injeksi, implant, IUD, PAP SMEAR
·         Penatalaksanaan efek samping KB baik hormonal maupun non hormonal
·         Melakukan rujukan kasus KB ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi secara tepat, cepat dan benar.

Bidan
Chusnul Ma'rifah, Amd.Keb
Bidan
Dyah Febriana, Amd. Keb

Poli KIA / KB di kelola oleh seorang Bidan Koordinator dan dibantu 2 Orang Bidanyang lain, Poli KIA / KB juga sebagai sarana untuk pengumpulan laporan dari Bidan Desa ke Puskesmas dan juga bekerja sama dengan lintas sector dan lintas program untuk mencapai kesehatan ibu dan anak.

PELAYANAN LABORAT


Petugas Laborat
A.M. Badri, Amd. K
Petugas Laborat
Leny Emy Wahyuni, Amd.K
PELAYANAN LABORATORIUM

Sebagai pelayanan penunjang bagi puskesmas, pelayanan di laboratorium dikelola oleh 2 orang analis yang setiap hari dapat melakukan pemeriksaan pasien yang datang baik pasien rawat jalan maupun rawat inap.
Kegiatan yang dilakukan adalah pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui jenis penyakit yang di derita pasien. Contohnya yaitu :
1.   Pemeriksaan darah lengkap, feces lengkap dan urin lengkap
2.      Pemeriksaan widal dan HBSAg, anti HBS
3.      Pemeriksaan GDS, GDP dan GD 2 jam PP
4.      Pemeriksaan protein urine
5.      Pemeriksaan Lemak Darah : Cholesterol, Trigliserida, HDL, LDL
6.      Pemeriksaan urid acid
7.      Pemeriksaan Mikrobiologi : BTA
8.      Pemeriksaan HIV ( stick atau rapid test )
9.      Dll.
Petugas yang ada di laboratorium juga melakukan pelayanan program TB Paru dengan obat yang di sediakan oleh Dinas Kesehatan sesuai jumlah pasien yang dilaporkan atau di temukan.
Pelayanan Laborat


Pelayanan Laborat

VISI DAN MISI


VISI :
 " TERWUJUDNYA KEJAYAAN LAMONGAN YANG BERKEADILAN "
MISI :
  1. Memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan Standar Operasional Puskesmas( SOP ).
  2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
  3. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan karyawan dalam melayani kesehatan.
  4. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam menciptakan hidup mandiri yang sehat dan aman.
  5. Meningkatkan hubungan lintas program, lintas sektor dan masyarakat untuk melaksanakan pembangunan dalam bidang kesehatan.
  6. Melaksanakan Sistem Informasi Kesehatan dan Manajemen Kesehatan dengan benar.




Puskesmas dan BPJS

Sosialisasi JKN ( Jaminan Kesehatan Nasional )